|
Setelah memarkir mobil, saya turun dan memasuki peron untuk sholat Subuh. Tempatnya mudah diketemukan, anda bisa bertanya pada orang-orang yang ada di peron, atau memandang ke atas ke papan nama petunjuk tulisan arah mushola. Berjalanlah lurus-lurus namun hati-hati karena anda harus melewati beberapa lintasan rel kereta api dan selanjutnya belok ke kanan sesuai petunjuk maka mushola itu akan anda temukan.Gedungnya seperti biasa di terminal-terminal lainnya, tidak begitu luas dan letaknya dekat dengan kamar mandi dan wc yang ada dalam peron. Pagi setelah Subuh, badan terasa segar dan penat pun terasa hilang dari badan, dan saya sempat mengambil foto-foto mushola ini.Namun sebelum saya sudahi tulisan ini saya copy tulisan saya sebelumnya di artikel Mushola Ruang tunggu Bandara Adi Sucipto, yaitu "Sambil duduk-duduk di ruang tunggu ini, seringkali muncul sebuah pertanyaan dalam hati saya, kenapa kalau kita membangun sebuah gedung keperluan publik seperti bandara, terminal bus, kereta api, supermarket, pompa bensin dan lain-lain penempatan ruangan musholanya harus diletakkan di pojok atau sudut-sudut bangunan dan seringkali dekat dengan toilet bahkan kalau di supermarket letaknya sering ditaruh di lantai bawah tempat parkir (basement)? Tentunya saya tidak menginginkan jawaban, yah daripada tidak ada.
![]() ![]()
|







![]() | Hari ini | 335 |
![]() | Kemarin | 257 |
![]() | Minggu ini | 592 |
![]() | Bulan ini | 2124 |
![]() | Total | 159696 |