Page 1 of 2
Setelah perjalanan kurang lebih satu setengah jam dan memasuki kota Purwodadi, anda akan disambut dengan sebuah persimpangan yang cukup dikenal oleh masyarakat di kota ini yaitu Simpanglima. Begitu terkenalnya nama ini sehingga telah menjadi sebuah sebutan daerah tersendiri bagi masyarakat Purwodadi. Di tengah alun-alunnya berdiri sebuah tugu atau menara air. Di seberang jalan dari Simpanglima ini, masjid Jabalul Khoir berdiri. Bangunan masjid dan halamannya cukup luas, namun kalau kita perhatikan dari luar ada satu hal yang berbeda desain gedungnya yaitu tidak adanya kubah sebagaimana masjid-masjid di daerah lainnya. Saya pernah nanya ke teman yang asli disana kenapa begitu, katanya ini karena waktu dibangun di era pak Harto pembangunan kubahnya diganti dengan bentuk limas segi-5 yang menunjukkan nilai Pancasila. Entah benar atau tidak nya, tapi kalau anda melewati daerah ini cobalah perhatikan puncak masjidnya, yang jelas kita tidak melihat kubah masjid seperti biasanya. Di halaman depan serambi masjid nampak sebuah beduk yang cukup besar yang kalau di tempat saya di daerah Kuta, Bali sudah jarang terlihat. Pintu masuk ruang dalam masjid terbuat dari kayu coklat dengan ukiran yang saya rasa style Jawa Tengah. Begitu kita buka, kita akan takjub dengan ruangan nya yang begitu luas dan tenang, atap nya begitu tinggi sehingga membuat hati terasa nyaman dan sejuk rasanya, membuat semua perasaan lelah dan penat sewaktu perjalanan sirna kecuali rasa kesyahduan ketika saya sholat di ruang ini. Oya, satu hal lagi yang membuat takjub yaitu di halaman utama tersebut tak ada tiang penyangga lainnya selain dinding bangunan yang ada, konstruksi dinding temboknya begitu kuat sehingga mampu menahan atap masjid yang begitu luas.
![]() |







![]() | Hari ini | 64 |
![]() | Kemarin | 206 |
![]() | Minggu ini | 64 |
![]() | Bulan ini | 4804 |
![]() | Total | 185788 |